• Ini adalah salah satu proses CAM di CNC Milling yaitu Facing. Proses ini digunakan umtuk menghilangkan lapisan permukaan benda kerja yang tidak rata atau untuk meratakan permukaan agar menjadi datar.
  • Pocketing adalah operasi yang digunakan untuk membuat lubang, alur, atau kantong pada benda kerja. Ini digunakan untuk menghilangkan materi di dalam area tertentu dari benda kerja.
  • 2D High-Speed Machining adalah teknik pemrograman yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi pemotongan dan kecepatan proses.
  • Video Pembelajaran ini mengisahkan seorang guru yang bingung menerapkan PjBl (Project Based Learning) pada pembelajaran CNC Milling... Ikuti dan saksikan Videonya di link youtube @tarom79.
  • Animasi Pembelajaran dibutuhkan ketika seorang guru kesusahan mengajarkan sesuatu yang bersifat ABSTRAK sehingga perlu digambarkan dengan Animasi .

Senin, 02 Oktober 2023

PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) menggunakan metode Syncronous dan Asyncronous .

Synchronous dan Asynchronous Learning (ASL) adalah metode pembelajaran jarak jauh yang Membedakan, pada Synchronous Learning (sinkron) waktunya sudah terjadwal. Sedangkan, pada Asynchronous Learning waktunya tidak ditentukan. konten pembelajaran sudah disediakan secara online.Synchronous merupakan komunikasi, pembelajaran, atau pekerjaan yang dilakukan dalam waktu yang sama. Hal ini berbeda dengan asynchronous yang tidak membutuhkan kesamaan waktu untuk melakukan aktivitas Lebih jelas lagi bisa melihat tayangan berikut ini :

Mensetting Work Offset dan Tool Offset pada Mesin CNC Milling Gsk-218-Mc-H

Proses Work Offset dan Tool Offset pada mesin CNC milling adalah langkah penting dalam menentukan posisi dan koordinat kerja yang tepat serta mengompensasi ukuran dan geometri alat potong yang digunakan dalam proses machining. Ini adalah aspek kunci dalam mengatur mesin CNC untuk memproduksi komponen dengan akurasi yang tinggi. Mari jelaskan keduanya secara lebih rinci: Work Offset (Offset Kerja): Work Offset adalah proses untuk menentukan koordinat referensi yang akan digunakan oleh mesin CNC untuk mengukur dan memposisikan bahan kerja (workpiece) dengan benar. Ini memungkinkan mesin CNC untuk tahu di mana bahan kerja berada dalam ruang koordinatnya. Langkah-langkah dalam pengaturan Work Offset melibatkan: Mengenali titik referensi: Pada umumnya, ini melibatkan penggunaan alat pemegang atau alat presisi untuk mengenali titik referensi yang tetap pada bahan kerja. Titik ini bisa menjadi sudut, tepi, atau pusat bahan kerja yang telah ditentukan sebelumnya. Memprogram offset: Setelah titik referensi dikenali, operator CNC akan memasukkan koordinat X, Y, dan Z dari titik ini ke dalam mesin CNC sebagai offset kerja. Ini mengubah referensi mesin CNC sehingga titik referensi ini menjadi nol (0) dalam sistem koordinat mesin. Pengujian: Selanjutnya, operator akan memverifikasi posisi bahan kerja dengan menggerakkan mesin CNC ke posisi lain dan memeriksa apakah mesin mengukur dan menggerakkan bahan kerja sesuai dengan offset yang telah diprogramkan. Penyesuaian jika diperlukan: Jika diperlukan, operator dapat melakukan penyesuaian offset kerja untuk memastikan posisi bahan kerja yang tepat sesuai dengan desain yang diinginkan. Offset kerja memungkinkan mesin CNC untuk bekerja pada bahan kerja yang mungkin telah diposisikan atau dijepit dengan tidak sempurna, dan ini memastikan bahwa operasi pemotongan atau pembentukan dilakukan pada lokasi yang diinginkan. Tool Offset (Offset Alat Potong): Tool Offset adalah proses untuk mengompensasi perbedaan dalam ukuran dan geometri alat potong yang digunakan dalam mesin CNC. Karena alat potong bisa mengalami aus atau perlu diganti secara berkala, mengatur offset alat potong memungkinkan mesin CNC untuk selalu memotong dengan akurasi yang tinggi. Langkah-langkah dalam pengaturan Tool Offset melibatkan: Pengukuran alat: Setiap kali sebuah alat potong baru dipasang atau alat yang sudah ada dipertukarkan, operator harus mengukur dimensi alat potong seperti panjang, diameter, sudut pemotongan, dan lainnya menggunakan peralatan pengukur presisi. Memprogram offset alat: Operator akan memasukkan dimensi alat potong ini sebagai offset alat potong dalam mesin CNC. Offset ini digunakan untuk mengkompensasi perbedaan antara alat potong yang sebenarnya dan yang telah diprogram dalam perangkat lunak. Pengujian: Mesin CNC kemudian dapat melakukan operasi pemotongan tes untuk memverifikasi bahwa alat potong telah dikompensasi dengan benar dan memberikan hasil yang sesuai dengan desain. Penyesuaian jika diperlukan: Jika hasil pemotongan tidak sesuai dengan yang diharapkan, operator dapat melakukan penyesuaian offset alat potong untuk memperbaiki akurasi. Pengaturan Work Offset dan Tool Offset adalah komponen kunci dalam pengoperasian mesin CNC milling yang presisi. Mereka memungkinkan mesin untuk bekerja dengan akurasi tinggi dan menghasilkan produk dengan toleransi yang ketat sesuai dengan desain yang diinginkan. Lebih jelasnya bisa melihat tayangan video berikut ini :

Proses Facing

                    Proses facing dalam CAM CNC milling adalah salah satu operasi dasar yang digunakan untuk meratakan permukaan bahan kerja (workpiece) dengan menghilangkan lapisan material tipis dari permukaannya. Ini adalah langkah awal yang penting dalam pembuatan bagian untuk memastikan bahwa permukaan bahan kerja rata dan sejajar sebelum operasi pemotongan atau pembentukan lebih lanjut dilakukan. 

                        Berikut adalah langkah-langkah umum dalam proses facing pada CAM CNC milling: 1.Perancangan Model: Proses facing dimulai dengan perancangan model atau bagian yang akan dibuat menggunakan perangkat lunak CAD (Computer-Aided Design). Model ini harus mencakup permukaan yang akan dihadapkan (faced). 

2.Konversi ke Format CAM: Setelah model CAD selesai, langkah selanjutnya adalah mengkonversi model tersebut ke dalam format yang dapat digunakan oleh perangkat lunak CAM (Computer-Aided Manufacturing) untuk mengatur mesin CNC. 

3.Pemrograman CNC: Operator CNC atau insinyur menggunakan perangkat lunak CAM untuk membuat program CNC yang akan mengatur mesin CNC untuk operasi facing. Mereka akan menentukan alat potong yang akan digunakan, kecepatan pemotongan, pemakanan (feed rate), titik awal, dan parameter lainnya yang diperlukan untuk meratakan permukaan bahan kerja. 

4.Setup Mesin: Sebelum memulai operasi facing, mesin CNC harus diatur dengan benar. Ini mencakup pemasangan material kerja di atas meja mesin, memasang alat potong yang sesuai, dan memastikan bahwa semua pengaturan fisik mesin telah dikonfigurasi dengan benar. 

5.Mulai Operasi Facing: Setelah mesin diatur dan program CNC dimuat, operator dapat memulai operasi facing. Mesin akan menggerakkan alat potong secara sejajar dengan permukaan bahan kerja, menghilangkan lapisan material tipis dan meratakan permukaannya. 

6.Pemantauan dan Pengawasan: Selama operasi facing, operator atau teknisi harus memantau mesin secara terus-menerus untuk memastikan bahwa operasi berjalan dengan lancar. Mereka juga dapat melakukan penyesuaian jika diperlukan untuk menjaga kualitas dan akurasi hasil facing. 

7.Penyelesaian: Setelah operasi facing selesai, permukaan bahan kerja akan menjadi rata dan sejajar. Ini memungkinkan operasi pemotongan atau pembentukan lanjutan dilakukan dengan akurasi yang lebih tinggi. 

8.Proses facing pada CAM CNC milling adalah langkah awal yang penting dalam pembuatan bagian yang memerlukan permukaan datar dan rata. Ini membantu memastikan bahwa hasil akhir sesuai dengan toleransi dan spesifikasi yang diinginkan. Proses ini juga dapat digunakan untuk membersihkan permukaan bahan kerja dari ketidaksempurnaan atau lapisan material yang tidak diinginkan. Lebih jelas lagi bisa ikuti tayangan berikut ini :

Proses Pocketing

Proses pocketing adalah salah satu operasi umum dalam CAM CNC milling yang digunakan untuk menghilangkan material dari area tertentu pada bahan kerja (workpiece) untuk membuat kantong (pocket) atau cekungan. Ini adalah langkah penting dalam pembuatan komponen yang lebih kompleks dan berguna untuk menciptakan berbagai jenis fitur geometris seperti cekungan dalam, kantong, atau lubang pada material kerja. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam proses pocketing pada CAM CNC milling: Perancangan Model: Proses pocketing dimulai dengan perancangan model atau bagian yang akan dibuat menggunakan perangkat lunak CAD (Computer-Aided Design). Model ini harus mencakup area di mana kantong akan dibuat. Konversi ke Format CAM: Setelah model CAD selesai, langkah selanjutnya adalah mengkonversi model tersebut ke dalam format yang dapat digunakan oleh perangkat lunak CAM (Computer-Aided Manufacturing) untuk proses pengaturan CNC. Pemrograman CNC: Operator CNC atau insinyur menggunakan perangkat lunak CAM untuk membuat program CNC yang akan mengatur mesin CNC untuk operasi pocketing. Mereka akan menentukan alat potong yang akan digunakan, kecepatan pemotongan, pemakanan (feed rate), titik awal, dan parameter lainnya yang diperlukan untuk menghilangkan material dengan presisi. Setup Mesin: Sebelum memulai proses pocketing, mesin CNC harus diatur dengan benar. Ini mencakup pemasangan material kerja di atas meja mesin, memasang alat potong yang sesuai, dan memastikan bahwa semua pengaturan fisik mesin telah dikonfigurasi dengan benar. Mulai Operasi Pocketing: Setelah mesin diatur dan program CNC dimuat, operator dapat memulai operasi pocketing. Mesin akan mengikuti jalur yang telah diprogram dengan hati-hati, menghilangkan material dari area yang ditentukan dalam model CAD. Pemantauan dan Pengawasan: Selama operasi pocketing, operator atau teknisi harus memantau mesin secara terus-menerus untuk memastikan bahwa operasi berjalan dengan lancar. Mereka juga dapat melakukan penyesuaian jika diperlukan untuk menjaga kualitas dan akurasi produk. Penyelesaian dan Finishing: Setelah operasi pocketing selesai, bagian atau produk mungkin memerlukan tahap finishing tambahan seperti penghalusan permukaan atau pengeboran lubang tambahan, tergantung pada persyaratan desain. Proses pocketing pada CAM CNC milling bergantung pada perangkat lunak CAM yang digunakan, alat potong yang dipilih, dan jenis material yang digunakan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan cekungan atau kantong dengan dimensi, bentuk, dan kedalaman yang sesuai dengan desain yang telah direncanakan. Proses ini memungkinkan pembuatan bagian yang lebih kompleks dengan akurasi tinggi. Lebih Jelas lagi ikuti tayangan videi berikut ini :